![]() |
| PT. Smart Marsindo |
Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (Formapas) menegaskan bahwa seluruh aktivitas pertambangan PT Smart Marsindo telah berjalan sesuai dengan prosedur dan regulasi yang berlaku.
Ketua Umum PP Formapas Malut, Riswan Sanun, menyampaikan bahwa perusahaan telah mengantongi perizinan lengkap, mulai dari MODI (Minerba One Data Indonesia), AMDAL, hingga IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan). Menurutnya, sebelum melakukan kegiatan operasional, perusahaan juga melalui tahapan feasibility study untuk menilai kelayakan dari aspek teknis, ekonomi, hukum, lingkungan, hingga sosial.
“Tidak mungkin sebuah perusahaan bisa beroperasi bertahun-tahun secara terbuka jika perizinannya tidak lengkap. Aktivitas PT Smart Marsindo diketahui oleh masyarakat dan pemerintah,” kata Riswan dalam keterangannya, Selasa, 13 Januari 2026.
Ia menilai, publik perlu memahami konteks perizinan sebelum memberikan penilaian agar tidak terkesan adanya kepentingan tertentu di balik opini yang disampaikan.
Terkait isu larangan tambang di pulau kecil sebagaimana diatur dalam UU Nomor 27 Tahun 2017, Riswan menyebut terdapat aktivitas pertambangan di Pulau Fao dan Pulau Pakal yang justru lebih mendesak untuk mendapatkan perhatian dan kebijakan pemerintah.
Selain aspek legalitas, Formapas juga mengapresiasi langkah pemulihan lingkungan yang dilakukan PT Smart Marsindo di kawasan tambang nikel Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Melalui program reklamasi, perusahaan telah menanam sedikitnya 4.000 pohon di empat titik lahan bekas tambang sebagai bentuk kewajiban pascatambang sesuai regulasi nasional.
Program reklamasi tersebut turut melibatkan masyarakat lokal, mulai dari proses penyemaian bibit hingga penanaman. Setiap bibit reklamasi disemai oleh warga dan dihargai Rp3.000 per polybag, dengan jarak tanam sekitar tiga meter.
“Ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat lingkar tambang, bukan sekadar kewajiban administratif,” ujar Riswan.
Tak hanya di sektor lingkungan, PT Smart Marsindo juga dinilai berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Pulau Gebe. Di bawah kepemimpinan Direktur Jilly R. Lumankum, perusahaan membangun Gedung SMAN 3 Pulau Gebe untuk mendukung pendidikan menengah di wilayah kepulauan tersebut.
Perusahaan juga menyediakan bus sekolah bagi siswa di sejumlah desa, serta menghibahkan 20 unit laptop guna memperkuat literasi dan pengetahuan digital pelajar.
