![]() |
| Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, (28/1/2026). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinet |
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/1). Rapat tersebut membahas arah kebijakan pengelolaan sumber daya alam, khususnya sektor mineral dan batu bara (minerba).
Sejumlah menteri yang hadir di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pertemuan tersebut menitikberatkan pada implementasi kebijakan pengelolaan sumber daya alam nasional agar lebih berpihak pada kepentingan negara.
“Pembahasan difokuskan pada pengelolaan sumber daya alam nasional, khususnya sektor mineral dan batu bara,” kata Teddy dalam keterangannya.
Menurut Teddy, Presiden Prabowo meminta agar pengelolaan minerba mampu mengoptimalkan penerimaan negara, namun tetap menjaga keberlangsungan dunia usaha.
"Presiden meminta Kementerian ESDM segera merumuskan formulasi kebijakan yang tepat demi kepentingan nasional yang lebih besar,” ujarnya.
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, (28/1/2026). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinet |
Prabowo juga menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus tetap berpedoman pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menekankan pemanfaatan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pemerintah, kata Teddy, akan melanjutkan kajian dan pembahasan lintas kementerian guna memastikan kebijakan pengelolaan sumber daya alam berjalan seimbang antara kepentingan negara, dunia usaha, dan kesejahteraan masyarakat.
Masih di hari yang sama, Presiden Prabowo juga melantik anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026–2030. Dalam struktur kepengurusan baru tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ditunjuk sebagai Ketua Harian DEN.
Anggota DEN berasal dari berbagai unsur, termasuk perwakilan pemangku kepentingan yang dipilih DPR serta menteri-menteri yang masih menjabat.
Prabowo menekankan empat fokus utama bagi Dewan Energi Nasional, yakni kedaulatan energi, ketahanan energi, kemandirian energi, serta swasembada energi agar Indonesia mampu memenuhi seluruh kebutuhan energinya dari dalam negeri.

