![]() |
| Foto: Istimeea |
NAMLEA, 9 Februari 2026 – Persoalan klaim kepemimpinan di wilayah Petuanan Kaiely resmi menemui titik terang. Seluruh tokoh adat dan pemangku kepentingan adat se-Petuanan Kaiely berkumpul dalam sebuah prosesi sakral di Desa Kubalahin untuk memberikan pengakuan tunggal kepada Fandi Ashari Wael sebagai Raja Petuanan Kaiely yang sah.
Acara yang berlangsung khidmat di kediaman Hinolong Baman ini dihadiri oleh para pemegang otoritas adat tertinggi, termasuk Kepala Persekutuan Hukum Adat Dataran Rendah Hinolong Baman, Matetemun, Kaksodin Wahidi, serta para Kepala Soa dari seluruh wilayah Petuanan Kaiely.
Kesepakatan Bulat Para Pemimpin Adat Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin adat menyampaikan pernyataan tegas guna mengakhiri segala bentuk dualisme maupun klaim sepihak yang sempat memicu polemik.
Manaliling Besan (Hinolong Baman) Selaku Kepala Persekutuan Hukum Adat Dataran Rendah, beliau menegaskan keabsahan dukungan di hadapan forum. Seluruh peserta rapat menyatakan kesepakatan bulat untuk tunduk dan patuh di bawah satu kepemimpinan.
Ali Wael (Kaksodin Wahidi) Mewakili Keluarga Besar Wael, beliau menegaskan bahwa per hari ini tidak ada lagi pihak lain yang berhak mengatasnamakan diri sebagai Raja. "Hari ini semua klaim luar telah berakhir. Kita hormati dan patuhi satu pimpinan, yaitu Raja kita, Fandi Ashari Wael," ujarnya tegas.
Sslain itu, Yohanis Nurlatu (Matetemun): Menjelaskan garis silsilah kepemimpinan bahwa sebagaimana Almarhum Fuad Wael adalah Raja Kaiely semasa hidupnya, maka penerus sah secara adat untuk melanjutkan tongkat estafet tersebut adalah Fandi Ashari Wael.
Dukungan Lintas Wilayah
Dukungan penuh juga mengalir dari representasi berbagai wilayah adat, antara lain:
- Matlea Walua: Disampaikan oleh Arifin Latbual.
- Geba Adat Wabsalit: Menyatakan ketegasan dukungan yang selaras.
- Wilayah Pegunungan diwakili oleh Kepala Soa Batanda Nurlatu.
- Dataran Waelata: Dihadiri langsung oleh Kepala Soa, Bapak Kasim Belen.
Dengan terlaksananya pertemuan ini, seluruh elemen adat sepakat bahwa tidak ada lagi pembahasan mengenai suksesi Raja karena prosesnya telah final.
Bahwa seluruh pemangku adat berkomitmen untuk bersatu di bawah kepemimpinan Fandi Ashari Wael demi menjaga marwah adat serta stabilitas sosial masyarakat di wilayah Petuanan Kaiely
