Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

KAMMI MALUKU Dorong Pendirian Akademi Migas Di Indonesia Timur, Mustakim: Blok Masela Harus Melahirkan Tenaga Ahli Dari Maluku

Foto: Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Maluku, Mustakim Rumasukun

AMBON  - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Maluku mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk membangun Akademi Migas atau pusat pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi tenaga kerja minyak dan gas bumi di kawasan Indonesia Timur, khususnya di Maluku.


Ketua Wilayah KAMMI Maluku, Mustakim Rumasukun, mengatakan kehadiran proyek strategis Blok Masela harus menjadi momentum besar bagi pembangunan sumber daya manusia di Maluku dan kawasan Indonesia Timur.


Menurut Mustakim, pembangunan sektor migas tidak boleh hanya berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam, tetapi harus disertai investasi besar untuk meningkatkan kompetensi masyarakat lokal.


“Indonesia Timur memiliki potensi sumber daya migas yang sangat besar. Namun, akses terhadap pendidikan khusus, pelatihan teknis, dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja migas masih harus diperkuat. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Mustakim Rumasukun.


Ia menegaskan bahwa masyarakat Maluku harus dipersiapkan sejak sekarang untuk terlibat dalam berbagai tahapan pembangunan dan operasional industri migas.


“Kita tidak ingin Blok Masela berdiri megah di Maluku, tetapi anak-anak Maluku hanya menjadi penonton. Sumber daya alamnya ada di Timur, maka tenaga ahli, teknisi, operator, dan tenaga profesionalnya juga harus dipersiapkan dari Timur,” tegasnya.


KAMMI Maluku mendorong adanya program pelatihan dan sertifikasi yang terstruktur, antara lain pada bidang K3 Migas, welding atau pengelasan, scaffolding, mekanik, kelistrikan, instrumentasi, operator alat berat, rigger, pengolahan gas, serta kompetensi teknis lainnya sesuai kebutuhan industri.


Mustakim juga mendorong Pengurus Pusat KAMMI untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga sertifikasi profesi, serta pemangku kepentingan industri migas dalam menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi.


“Kami mendorong PP KAMMI mengambil peran konkret. Program ini dapat dimulai dengan pelatihan dan sertifikasi bagi kader KAMMI dan masyarakat umum, terutama generasi muda di wilayah penghasil migas,” ujarnya.


Menurut Mustakim, kekayaan sumber daya alam hanya akan memberikan dampak jangka panjang apabila daerah memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan mampu mengambil posisi strategis dalam industri.


“Kita harus memaksimalkan dua kekuatan sekaligus, yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia. Jangan sampai kita hanya bangga memiliki Blok Masela, tetapi tidak menyiapkan generasi yang mampu bekerja, mengelola, dan mengambil manfaat ekonomi dari industri tersebut,” katanya.


KAMMI Maluku menilai pendirian Akademi Migas atau pusat pelatihan migas di kawasan Timur dapat menjadi investasi strategis jangka panjang, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Blok Masela, tetapi juga untuk membangun ekosistem SDM energi yang profesional dan berdaya saing.


“Blok Masela harus menjadi momentum kebangkitan SDM Maluku. Migas dari Timur, tenaga ahli juga harus lahir dari Timur,” tutup Mustakim Rumasukun.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • KAMMI MALUKU Dorong Pendirian Akademi Migas Di Indonesia Timur, Mustakim: Blok Masela Harus Melahirkan Tenaga Ahli Dari Maluku
  • KAMMI MALUKU Dorong Pendirian Akademi Migas Di Indonesia Timur, Mustakim: Blok Masela Harus Melahirkan Tenaga Ahli Dari Maluku
  • KAMMI MALUKU Dorong Pendirian Akademi Migas Di Indonesia Timur, Mustakim: Blok Masela Harus Melahirkan Tenaga Ahli Dari Maluku
  • KAMMI MALUKU Dorong Pendirian Akademi Migas Di Indonesia Timur, Mustakim: Blok Masela Harus Melahirkan Tenaga Ahli Dari Maluku
  • KAMMI MALUKU Dorong Pendirian Akademi Migas Di Indonesia Timur, Mustakim: Blok Masela Harus Melahirkan Tenaga Ahli Dari Maluku
  • KAMMI MALUKU Dorong Pendirian Akademi Migas Di Indonesia Timur, Mustakim: Blok Masela Harus Melahirkan Tenaga Ahli Dari Maluku