Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Moluccas Raya Jakarta Kecam Anarkisme dan Diskriminasi SARA

Ilustrasi 


Jakarta – Moluccas Raya Jakarta menyatakan kecaman keras terhadap peristiwa kekerasan di Tambak Matraman serta gelombang ujaran kebencian bernada rasisme yang menyertainya di media sosial.

Ketua Moluccas Raya Jakarta, Melvrid Souhaly, menegaskan bahwa tindakan keributan, penganiayaan, dan perusakan lapak merupakan perbuatan brutal yang tidak dapat ditoleransi. "Setiap warga negara wajib menyelesaikan persoalan melalui hukum, bukan kekerasan," ujarnya.

Souhaly juga menyayangkan aksi main hakim sendiri yang menyebabkan hilangnya nyawa. Menurutnya, pembalasan di luar koridor hukum hanya akan memperpanjang penderitaan dan merusak tatanan negara hukum.

Lebih lanjut, pihaknya menyoroti maraknya komentar rasis di dunia maya, seperti penghinaan terhadap masyarakat Ambon. "Menggeneralisasi kesalahan individu kepada seluruh suku adalah tidak adil dan memecah belah. Serangan identitas sama berbahayanya dengan serangan fisik," tegasnya.

Moluccas Raya mengimbau masyarakat untuk menolak provokasi SARA, mengutuk segala bentuk kekerasan, dan menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada Polri. "Semoga hukum ditegakkan secara transparan dan persatuan bangsa tetap terjaga," pungkas Souhaly.

Baca Juga
Berita Terbaru
  •  Moluccas Raya Jakarta Kecam Anarkisme dan Diskriminasi SARA
  •  Moluccas Raya Jakarta Kecam Anarkisme dan Diskriminasi SARA
  •  Moluccas Raya Jakarta Kecam Anarkisme dan Diskriminasi SARA
  •  Moluccas Raya Jakarta Kecam Anarkisme dan Diskriminasi SARA
  •  Moluccas Raya Jakarta Kecam Anarkisme dan Diskriminasi SARA
  •  Moluccas Raya Jakarta Kecam Anarkisme dan Diskriminasi SARA